Kesempurnaan diri, Psikologi
Inferensi adalah penilaian yang masuk akal
Kita memperoleh pengetahuan baru dalam proses kognisi realitas. Beberapa dari mereka kita dapatkan sebagai akibat dari dampak benda-benda dunia di sekitar kita pada indera. Tapi bagian utama dari informasi yang kita ambil dengan mengekstrak pengetahuan baru dari yang sudah ada. Artinya, membuat kesimpulan atau kesimpulan tertentu.
Kesimpulan adalah bentuk verbal yang umum, yang secara tidak langsung, dan tidak berdasarkan observasi, objek dan relasinya dipilih dan dilambangkan. Sangat penting kesimpulan itu benar. Hanya dalam hal ini kesimpulan akan benar. Agar persyaratan ini dapat dipenuhi, maka perlu agar penalaran dibangun sesuai dengan hukum logika dan peraturan tertentu.
Kesimpulan logis
Untuk memverifikasi kebenaran kesimpulan, perlu dipelajari subjek secara rinci dan untuk membandingkan gagasannya dengan pendapat umum. Tapi ini tidak memerlukan kontemplasi pasif, tapi aktivitas praktis yang memengaruhi hal itu. Selain itu, kesimpulan adalah penilaian yang diturunkan secara logis. Bersama-sama mereka membentuk sosok logis - sebuah silogisme. Penilaian logis dibuat berdasarkan model bukti dan kesimpulan pendahuluan, dan bukan berdasarkan observasi langsung.
Penalaran tidak sadar
Istilah ini ditemukan oleh H. Helmholtz. Dalam kasus ini, kata "inferensi" adalah metafora, karena diasumsikan bahwa kesimpulan dibuat tidak sesuai dengan hasilnya, namun secara tidak sadar. Subjek agaknya berpendapat, namun kenyataannya ada proses persepsian yang tidak disadari. Tapi karena proses ini tidak sadar, usaha sadar tidak bisa memengaruhinya. Artinya, bahkan jika subjek mengerti bahwa persepsinya keliru, dia tidak dapat mengubah penilaiannya dan menganggap peristiwa itu dengan cara yang berbeda.
Penilaian bersyarat
Kesimpulan bersyarat rantai adalah proposisi bersyarat, saling berhubungan sedemikian rupa sehingga proposisi kedua mengikuti dari yang pertama. Proposisi apapun mencakup premis, kesimpulan dan kesimpulan. Paket adalah titik awal, sebuah penilaian baru berasal dari mereka. Kesimpulannya didapat secara logis dari tempat. Kesimpulan adalah transisi logis dari premis ke kesimpulan.
Jenis kesimpulan
Bedakan antara kesimpulan demonstratif dan non-demonstratif. Dalam kasus pertama, kesimpulan dibuat atas dasar hukum logis . Dalam kasus kedua, peraturan mengizinkan arus keluar kesimpulan dari tempat tersebut.
Selain itu, penalaran diklasifikasikan sesuai dengan urutan urutan logis, sesuai dengan tingkat hubungan antara pengetahuan yang dinyatakan dalam premis dan kesimpulan. Ada beberapa jenis kesimpulan berikut: deduktif, induktif dan kesimpulan dengan analogi.
Pemikiran induktif didasarkan pada metode penelitian, yang tujuan utamanya adalah untuk menganalisa pergerakan pengetahuan dari penilaian yang khusus ke jenderal. Dalam kasus ini, induksi adalah bentuk logis spesifik yang mencerminkan pendakian pemikiran dari posisi yang kurang umum ke posisi yang lebih umum.
Inductive reasoning adalah pengamatan eksperimental yang bisa segera diperiksa. Artinya, metode ini lebih sederhana dan lebih terjangkau daripada deduksi.
Similar articles
Trending Now