Kesehatan, Penyakit dan Kondisi
Cacar air pada anak-anak
Cacar air pada anak-anak adalah infeksi yang sangat menular dan mudah menyebar yang disebabkan oleh virus cacar air. Virus ini ditularkan dari satu anak ke anak lainnya dengan dua cara:
• Kontak langsung dengan ruam.
• Melalui udara saat batuk atau bersin.
Ini adalah infeksi masa kecil yang sangat umum. Sebagian besar anak-anak di bawah usia 9 tahun menderita penyakit menular seperti cacar air.
Gejala
Bisa berbeda. Beberapa anak mengembangkan bentuk cacar air ringan, dan orang tua bahkan tidak tahu bahwa itu sama dengan anak mereka. Namun, dalam kasus khas (tidak rumit), penyakit ini dimulai dengan satu atau lebih dari gejala berikut:
• Demam.
• Menggigil
• Kelelahan.
• Iritabilitas.
• Ruam karakteristik, yang biasanya mudah dikenali.
Ruam dimulai sebagai tempat bulat atau oval merah di tengahnya yang tampak melepuh yang diisi cairan kekuningan yang mengandung virus varicella zoster. Ruamnya sangat gatal dan bisa terjadi pada bagian tubuh manapun. Beberapa anak memiliki lecet yang sangat sedikit, sementara yang lain bisa menutupi hampir seluruh tubuh.
Kapan cacar pada anak menular?
Cacar air dianggap menular beberapa hari sebelum ruam muncul. Itulah sebabnya penyakit ini menyebar dengan sangat mudah, karena sudah sakit anak masuk sekolah atau taman kanak-kanak. Setelah munculnya ruam anak tersebut menular dalam waktu 3 sampai 5 hari, atau sampai semua vesikula dikeringkan dan dikeriting. Seorang anak bisa kembali ke sekolah atau taman kanak-kanak saat ruam benar-benar lewat. Jika Anda tidak mengikuti tindakan pencegahan ini, maka banyak anak, dan bahkan orang dewasa, akan mendapatkan diagnosis cacar air.
Masa inkubasi berkisar antara 11 sampai 20 hari, meskipun dalam kebanyakan kasus cacar air berkembang dalam 14 hari. Jika penyakit ini tidak berkembang setelah periode ini, anak tersebut tidak terinfeksi.
Apa komplikasinya?
Untungnya, cacar air pada anak umumnya tidak menimbulkan konsekuensi serius. Meskipun demikian, sekitar satu anak pada tahun 2000 dapat mengalami komplikasi yang sangat serius:
• Pneumonia.
• Infeksi bakteri.
• Peradangan pada otak atau ensefalitis.
• Masalah yang terkait dengan infeksi pada bagian otak tertentu.
• Kematian (sangat jarang).
Komplikasi ini dapat berkembang pada kelompok berikut (risiko tinggi):
• Orang dewasa
• Anak-anak yang sangat muda.
• Orang dewasa atau anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya, AIDS atau kanker).
• Orang yang memakai obat yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Pengobatan cacar air
Dengan demikian, tidak ada cacar air , namun ada rekomendasi yang akan mencegah perkembangan komplikasi:
• Oleskan pelembab yang menenangkan (oatmeal, baking soda, atau tepung jagung) untuk membantu meringankan rasa gatal.
• Kompres dingin juga bisa membantu.
• Pastikan anak itu memiliki kuku pendek sehingga ia tidak menggaruk ruam.
• Gunakan acetaminophen untuk mengurangi demam.
• Aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak penderita cacar air.
• Pastikan anak cukup minum.
Kapan harus ke dokter?
Anda harus menemui dokter jika:
• Ada tanda-tanda infeksi di sekitar lecet, seperti kemerahan atau bengkak.
• Suhu sangat tinggi.
• Anak mengalami muntah.
• Anak sulit bangun atau ada disorientasi saat berjalan.
Bisakah cacar dicegah dengan vaksinasi?
Ya, ada vaksin yang melindungi anak dari cacar air.
Bisakah cacar pada anak diulang?
Tidak, tidak. Namun, virus varicella-zoster tetap berada dalam tubuh selamanya. Terkadang, sebagai aturan, pada orang tua atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, virus muncul di kulit lagi. Ini disebut herpes zoster. Orang yang belum terkena cacar air atau belum divaksinasi bisa terkena virus jika mereka berhubungan dengan orang tersebut.
Similar articles
Trending Now