Seni & HiburanSastra

Analisis puisi Fet "The First Lily of the Valley"

Salah satu lirik Rusia yang paling sensasional adalah Athanasius Feth. Dia sangat halus dan akurat merasakan alam, memperhatikan semua fiturnya, saat-saat yang nyaris tidak terlihat yang tidak diperhatikan orang lain . Analisis puisi Fet memungkinkan tidak hanya untuk melihat lebih dekat keindahan alam Rusia, tapi juga untuk mengungkapkan fleksibilitas dunia batin penyair. Semua puisi penulis sangat hidup, penuh warna, penuh dengan suara. Cukup sering ia memberi tahu benda mati dengan kualitas makhluk hidup, yang juga mempengaruhi perasaan yang disebabkan oleh karya tersebut.

Tema alam adalah arah utama penyair. Analisis puisi Fet membuat jelas betapa dia mencintai tanah kelahirannya, bagaimana dia sensitif terhadap tanaman dan hewan. Contoh nyata cintanya kepada dunia di sekelilingnya adalah puisi "The First Lily of the Valley." Ini sedikit, tapi sangat cerah dan kenangan karya Fet menulis pada musim semi tahun 1854. Kemudian dia kembali ke rumah setelah berjalan melewati hutan musim semi dan kagum dengan keindahan dan kekayaan alam yang baru terbangun setelah hibernasi musim dingin yang panjang.

Hanya 12 baris, dan seberapa akurat dan emosional pengarangnya menggambarkan keindahan hutan musim semi, suatu hari yang cerah, pesona bunga bakung lembah yang rapuh dan perasaan manusia yang luhur! Analisis puisi Fet menunjukkan betapa berhasilnya penyair mencatat rincian terkecil dari dunia sekitarnya. Setelah membaca karya ini, sebuah gambar dari sebuah rawa hutan yang indah langsung muncul di mata, di mana ada salju di beberapa tempat, dan bunga bakung pertama di lembah itu tampak menakutkan sepanjangnya. Penulis tidak hanya menyebut bunga ini sebagai prekursor musim semi. Tetesan salju pertama hanya mengatakan tentang musim dingin yang akan keluar, tapi bunga bakung lembah secara terbuka menyatakan bahwa musim semi telah tiba dan menjadi nyonya rumah penuh. Citra bunga musim semi melengkapi matahari yang cerah, memberikan sinar yang hangat namun tidak menyala.

Analisis puisi Fet menunjukkan bahwa penyair dalam karyanya berusaha untuk menyampaikan tidak hanya keindahan alam sekitarnya, tapi juga perasaan manusia. Di musim semi, tidak hanya alam terbangun, tapi juga suasana romantis. Kali ini dikaitkan dengan pemuda, kekuatan, kegembiraan, cinta. Oleh karena itu, penulis membandingkan bunga bakung musim semi di lembah dengan seorang gadis muda, dengan takut-takut mendesah dari perasaan yang sebelumnya tidak diketahui. Dia masih belum bisa mengerti dirinya sendiri, tapi dia menunggu beberapa perubahan bahagia dan menyenangkan dalam hidupnya.

Penyair itu dengan terampil menggunakan metafora, dan analisis puisi Fet "The First Lily of the Valley" membuktikan hal ini sekali lagi. Penulis secara khusus menggambar paralel antara bunga musim semi dan seorang gadis muda, sehingga membuktikan bahwa segala sesuatu di alam adalah satu. Periode berbunga dari bunga bakung lembah itu sekilas dan juga masa muda. Di akhir puisi itu, sangat disesalkan bahwa waktu tidak memberi banyak uang.

Analisis puisi Fet membuat jelas bahwa penulis meminta setiap orang untuk bersukacita setiap saat dalam hidup, dan tidak menyia-nyiakannya pada pemikiran dan perbuatan yang tidak berharga. Bagaimanapun, semua orang bisa bahagia, Anda hanya perlu belajar bagaimana mencintai dunia di sekitar Anda. Komunikasi dengan alam membuat pria lebih baik dan lebih tenang. Bernyanyi burung, padang rumput di hutan musim semi, bunga bakung mekar di lembah - inilah mukjizat kecil yang membawa kegembiraan dan kedamaian bagi orang biasa.

Similar articles

 

 

 

 

Trending Now

 

 

 

 

Newest

Copyright © 2018 id.birmiss.com. Theme powered by WordPress.