Pendidikan:Ilmu Pengetahuan

Sistematik adalah ilmu yang mempelajari keanekaragaman hayati planet ini

Jika Anda diminta untuk menggambarkan kamar tidur Anda, mungkin Anda tidak akan pernah menelepon semuanya, karena daftar ini akan bertahan lama. Sebagai gantinya, Anda mungkin menyederhanakan semuanya dengan mengelompokkan beberapa hal ke dalam kategori seperti buku, mainan, E, lukisan, perabotan, dan sebagainya. Apa itu taksonomi? Ini adalah ilmu yang mempelajari keanekaragaman hayati kehidupan hewan dan tumbuhan melalui klasifikasinya.

Kenapa kamu butuh taksonomi?

Bayangkan jika Anda bisa menggambarkan kota tanpa menggunakan kategori yang berbeda, seperti mobil, orang, bangunan, jembatan dan jalan? Inilah sistematika sistematiknya. Sekarang cobalah untuk membayangkan seorang ilmuwan yang tidak memiliki kesempatan untuk menyatukan semua makhluk hidup di planet ini. Dalam biologi, taksonomi adalah ilmu yang mempelajari dan mengklasifikasikan semua kehidupan di planet ini.

Dua jenis taksonomi

Ada dua tingkat klasifikasi yang saling terkait dan saling tumpang tindih: taksonomi (dikenal sebagai sistem Linnaeus) dan filogenetik.

  • Klasifikasi taksonomi kelompok makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri umum. Misalnya, hewan yang bertelur dan memiliki sisik, kita sebut reptil, dan binatang yang memiliki keturunan dan bulu atau rambut, kita sebut mamalia.
  • Klasifikasi filogenetik menggunakan nama taksonomi dan menunjukkan bagaimana kelompok organisme saling terkait satu sama lain. Misalnya, gorila lebih dekat berhubungan dengan manusia daripada kecoak.

Sistematika hewan adalah ilmu yang mempelajari dan mengklasifikasikan seluruh keanekaragaman hayati fauna. Jika kita menggambar sebuah analogi dengan hubungan manusia, maka setiap entitas hidup memiliki nama (klasifikasi taksonomi), serta tingkat kekerabatan tertentu dengan organisme lainnya. Misalnya, simpanse dan kera akan, secara kiasan, saudara laki-laki, paman mereka akan menjadi gorila, seseorang akan menjadi kerabat jauh mereka, namun dengan kecoak mereka tidak akan berkenalan sama sekali (filogenesis). Sistematika tanaman adalah ilmu yang mempelajari keragaman luas dunia tumbuhan.

Karl Linnaeus - ayah dari sistematika modern

Apa yang akan dilakukan ahli biologi tanpa cara pengelompokan organisme universal? Ini akan menjadi kekacauan nyata. Untuk alat yang tak ternilai ini adalah mengucapkan terima kasih kepada Karl Linnaeus, yang juga dikenal sebagai Carl von Linnaeus (1707-1778). Ahli botani Swedia, ahli zoologi dan dokter dianggap sebagai sains modern sebagai "bapak sistematik". Dia adalah orang pertama yang secara konsisten menggunakan sistem klasifikasi (taksonomi) untuk mengklasifikasikan organisme berdasarkan ciri-ciri umum. Pada saat yang sama, metodologi yang ketat dan sederhana memberi validitas ilmiah yang cukup dalam bidang klasifikasi.

Keanekaragaman hayati

Sistematika adalah ilmu dalam biologi, mempelajari berbagai macam makhluk hidup, yang merupakan salah satu ciri khas dunia alam. Disiplin ilmiah ini terkait erat dengan ekologi dan biologi evolusioner. Sistematika adalah sains yang mempelajari dan meneliti bagaimana spesies baru terbentuk, bagaimana proses ekologis tertentu terjadi, mengapa beberapa kelompok memelihara spesies yang sangat luas, dan beberapa organisme segera mati.

Hal ini disebabkan oleh karakteristik organisme yang berbeda, yang memungkinkan untuk memberikan studi terperinci mengenai kelompok tertentu. Sistematika berusaha untuk memahami sejarah kehidupan melalui hubungan filogenetik dan genetik makhluk hidup. Penilaian keragaman dan pengetahuan tentang prinsip dan prosedur disiplin ini penting dalam ekologi, biologi evolusioner dan lingkungan.

Sistematika dan pohon filogenetik

Sistematika adalah ilmu yang mempelajari keragaman organisme hidup di masa lalu dan sekarang, serta hubungan mereka dari waktu ke waktu, yang digambarkan sebagai pohon filogenetik. Pohon evolusioner dibagi menjadi dua bagian: yang pertama dikenal sebagai percabangan ordo, yang menunjukkan keterkaitan organisme dalam kelompok tersebut, yang kedua disebut panjang cabang yang menentukan periode evolusioner yang melaluinya organisme berpindah.

Artinya

Sistematik memainkan peran sentral dalam biologi, menyediakan sarana untuk mengkarakterisasi organisme yang diteliti. Karena klasifikasi yang mencerminkan hubungan evolusioner, menjadi mungkin untuk memprediksi dan menguji berbagai hipotesis. Filogeni dapat berguna untuk memprediksi data tentang sejarah kehidupan kelompok biologis yang diteliti.

Taksonomi biologis mempelajari diversifikasi semua bentuk kehidupan masa lalu dan sekarang, serta hubungan di antara mereka. Dendrogram spesies dan taksa yang tinggi digunakan untuk mempelajari fitur evolusioner (misalnya karakteristik anatomis atau molekuler) dan menunjukkan distribusi organisme (biogeografi). Sistematik sangat diperlukan untuk memahami sejarah evolusioner kehidupan di planet bumi.

Similar articles

 

 

 

 

Trending Now

 

 

 

 

Newest

Copyright © 2018 id.birmiss.com. Theme powered by WordPress.